Sunday, January 1, 2012

17. Dosa, Kejahatan, Kriminal


أَثِمَ atsima dosa, kejahatan, kesalahan; berbuat dosa, melakukan kejahatan. Dari akar ini, dalam Al-
Qurãn muncul 48 kali, yaitu: إِثْمٌ itsm(un) 35 kali;  آثِمَ ãtsima dua kali;  أَثَام atsãm sekali; أَثِيمٌ atsîm(un) tujuh kali, dan تَأْثِيمٌ ta’tsîm(un) dua kali.
إِثْمٌ  itsm(un) [kata benda; masdar] 1 dosa, kesalahan (5: 29) إِنِّي أُرِيدُ أَنْ تَبُوءَ بِإِثْمِي وَإِثْمِكَ فَتَكُونَ مِنْ أَصْحَابِ النَّارِ Sesungguhnya aku ingin (mengingatkan bahwa dengan membunuhku) kau akan menanggung dosaku dan dosamu sendiri, sehingga pasti kau menjadi ahli neraka  2 hukuman untuk perbaikan; kritik tajam, celaan, kecaman; penimpaan kesalahan; kesalahan (2: 182)  فَمَنْ خَافَ مِنْ مُوصٍ جَنَفاً أَوْ إِثْماً فَأَصْلَحَ بَيْنَهُمْ فَلا إِثْمَ عَلَيْهِ Tapi bila seseorang khawatir kalau-kalau pemberi wasiat melakukan kesalahan (berwasiat tak sesuai hukum waris), maka damaikanlah mereka (pihak pemberi wasiat,  penerima wasiat, para ahli waris). Hal itu sama sekali bukan tindakan tercela. *(5: 107) اسْتَحَقَّا إِثْماً mereka berdua  sengaja melakukan kesalahan (dengan bersaksi palsu) (harfiah: mereka berdua membenarkan perbuatan salah).
 
آثِمٌ ãtsim(un) [isim fã’il, partisipel aktif) pendosa, yang bersalah; pelanggar hukum; penjahat (76: 24)  فَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ وَلا تُطِعْ مِنْهُمْ آثِماً أَوْ كَفُوراً Bertahanlah menjalankan hukum Pembimbingmu; jangan patuhi siapa pun di antara mereka, baik pelanggar maupun penentang hukum.
أَثَامٌ [masdar; kata benda] hukuman karena melakukan dosa (25: 68)  وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ يَلْقَ أَثَاماً Maka siapa pun yang berbuat demikian (berbuat syirik, membunuh atau berzina) Dia (Allah) pasti menjatuhkan hukuman.
أَثِيْمٌ atsîm(un) [kata sifat; kata pelaku] pendosa luar biasa; sangat suka melakukan dosa (2: 276)  وَاللَّهُ لا يُحِبُّ كُلَّ كَفَّارٍ أَثِيمٍ Allah tidak menyukai semua orang yang kafir serta sangat suka melakukan dosa.
تَأْثِيْمٌ [masdar] 1 (tindakan) menyebabkan orang lain berbuat dosa; melibatkan orang lain dalam perbuatan dosa (52: 23)  يَتَنَازَعُونَ فِيهَا كَأْساً لا لَغْوٌ فِيهَا وَلا تَأْثِيمٌ  Di dalam sana (surga) mereka berebutan gelas (minuman). Di sana mereka tidak beromong kosong, tidak pula mengajak orang lain berbuat dosa 2 menuduh berbuat dosa; fitnah;  menuduh balik (56: 25)  لا يَسْمَعُونَ فِيهَا لَغْواً وَلا تَأْثِيماً Di sana mereka tidak mendengar omongan tak keruan, serta tidak pula mendengar fitnah.

Tuesday, December 27, 2011

16. Tumbuhan Yang Selalu Hijau


أَثْلٌ atsl(un) [kata benda, bhs percakapan] tumbuhan yang selalu hijau, berupa semak atau pohon, yang bisa tumbuh setinggi 1-18 m, membentuk belukar yang rimbun dan padat. Daunnya seperti sisik, bunganya tumbuh bergerombol (lihat gambar). Biasa ditemui di daerah Eurasia dan Afrika. (Wikipedia). (34: 16) وَبَدَّلْنَاهُمْ بِجَنَّتَيْهِمْ جَنَّتَيْنِ ذَوَاتَى أُكُلٍ خَمْطٍ وَأَثْلٍ وَشَيْءٍ مِنْ سِدْرٍ قَلِيلٍ … dan Kami gantikan dua kebun mereka dengan dua kebun lain yang menghasilkan buah pahit (seperti) semak atsl dan bohon bidara.

Saturday, December 3, 2011

15. Jejak, Puing, Peninggalan, Dokumen


أثر atsar(un) jejak (kaki, kendaraan dsb), cap, jalur, puing, peninggalan; benda atau bangunan penting di suatu tempat, tugu; wewenang, anugerah; (kk) menandai; membuat dokumen; melalui, menelusuri, menyalurkan; menganugerahi, menaikan pangkat. Dari akar ini 21 kali muncul dalam Al-Qurãn yaitu:  يُؤْثَرُ yu’tsar sekali,  آثَرَ ãtsara lima kali;  أَثَرٌ  atsar(un) tiga kali;  آثَارٌ ãtsãr(un) 11 kali dan  أَثَارَةٌ  atsãratun sekali.
 
يُؤْثَرُ yu’tsar [fi’il mudhari majhul, dari fi’il madhi majhul  أُثِرَ utsira diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya (74: 24)  فَقَالَ إِنْ هَذَا إِلاَّ سِحْرٌ يُؤْثَرُ Maka dia mengatakan, “Ini hanyalah sebentuk sihir warisan (nenek-moyang).”
  آثَرَ ãtsara [kata kerja pola IV, bisa juga pola III, lihat pembahasan tentang آتَى  ãtã menganggap lebih baik, memandang lebih penting, lebih mengutamakan; mengajukan; menganugerahi (87: 16)  بَلْ تُؤْثِرُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا Tapi kalian menganggap kehidupan dunia ini lebih penting. *(59: 9)  وَيُؤْثِرُونَ عَلَى أَنْفُسِهِمْ Yakni mereka (kaum Anshar) lebih mengutamakan (kaum Muhajirin) dari diri mereka sendiri.
أَثَرٌ  atsar(un) [kata benda, jamaknya  آثَارٌ ãtsãr(un)] 1 jejak; cap; kesan; tampilan (48: 29)  سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِمْ مِنْ أَثَرِ السُّجُودِ Ciri mereka tampak pada segi-segi (kehidupan) mereka (yang menandai) kepatuhan (terhadap Allah). (Terj. Dep-Ag:  tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud). 2 tanda, perwujudan, bukti (30: 50)  فَانظُرْ إِلَى آثَارِ رَحْمَةِ اللَّهِ كَيْفَ يُحْيِ الأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا Maka perhatikanlah bukti-bukti rahmat  (kasih-sayang; ilmu) Allah, bagaimana Ia (dengan ilmuNya) menghidupkan (menyuburkan) bumi setelah mati-(gersang)-nya.  3 perbuatan; dampak; reruntuhan, puing, peninggalan, petilasan; akta (40: 21) فِي الأَرْضِ  هُمْ أَشَدَّ مِنْهُمْ قُوَّةً وَآثَاراً Mereka(bangsa-bangsa terdahulu) mempunyai kemampuan serta meninggalkan petilasan yang lebih hebat di bumi  dari mereka (penentang da’wah Nabi Muhammad); 4 ajaran, seperti dalam tafsir Ar-Rãzî –  juga Isa Bugisk ­- untuk (20: 96) قَالَ بَصُرْتُ بِمَا لَمْ يَبْصُرُوا بِهِ فَقَبَضْتُ قَبْضَةً مِنْ أَثَرِ الرَّسُولِ Dia (Samiri)  menjawab (pertanyaan Musa),”Aku mengetahui apa yang tidak mereka ketahui. Maka aku mengambil beberapa ajaran rasul…”. (Menurut penafsiran lain yang lebih populer: Aku mengambil segenggam – tanah – bekas telapak kaki Rasul).
أَثَارَةٌ  atsãratun [kata benda, masdar] jejak; peninggalan sejarah; puing, reruntuhan; dokumen (46: 4)  اِئْتُونِي بِكِتَابٍ مِنْ قَبْلِ هَذَا أَوْ أَثَارَةٍ مِنْ عِلْمٍ Tunjukkan padaku sebuah kitab sebelum (Al-Qurãn) ini, atau sebuah dokumen (berisi catatan) ilmu.  

Friday, December 2, 2011

14. Properti


أَثَاثٌ atsãts(un) [kata benda] 1 perlengkapan, perabotan rumah (16: 80)  وَمِنْ أَصْوَافِهَا وَأَوْبَارِهَا وَأَشْعَارِهَا أَثَاثاً وَمَتَاعاً إِلَى حِينٍ (terjemahan Dep-Ag: ) dan (dijadikan-Nya pula) dari bulu domba, bulu onta dan bulu kambing, alat-alat rumah tangga dan perhiasan (yang kamu pakai) sampai waktu (tertentu)  2 properti, kekayaan (19: 74)  وَكَمْ أَهْلَكْنَا قَبْلَهُمْ مِنْ قَرْنٍ هُمْ أَحْسَنُ أَثَاثاً وَرِئْياً Alangkah banyaknya (bangsa) sebelum mereka yang Kami musnahkan (sedangkan) mereka memiliki kekayaan serta tampilan yang lebih baik.

Monday, November 14, 2011

13. Datang, Melakukan, Dan Sebagainya


Kabar gembira: infeksi penyebab sakit maag, obatnya ditemukan
أتي atã datang, sampai, membawa, membawakan, mengemukakan; melakukan; mengarahkan;  melaksanakan; menganugerahi; menjadi mungkin, memungkinkan, mencocokkan; menghasilkan; berbuah. Dari akar ini 8 bentuk muncul 536 kali dalam Al-Qurãn, yaitu:  أتي atã 252 kali; أُتُوا utû sekali; آتَى  ãtã 204 kali;  أُوتِيَ ûtiya 67 kali;  آتِى ãtî  7 kali;  آتِيَةٌ ãtiyatun 3 kali;  مَأْتِيٌّ ma’tiyy(un) sekali; dan  مُؤْتُونَ mu’tûn(a) sekali.
أتي atã I [ kk. tak berobjek] 1 datang (61: 6)  وَمُبَشِّرًا بِرَسُولٍ يَأْتِى مِنْ بَعْدى اسْمُهُ أَحْمَدُ dan sebagai pembawa kabar gembira tentang seorang rasul yang akan datang setelah aku (Isa), namanya Ahmad. (Menurut hadis Nabi Muhammad mempunyai 5 nama, salah satunya adalah Ahmad). 2 ada, hadir, muncul, bertempat, mengambil tempat (20: 69) إِنَّمَا صَنَعُوا كَيْدُ سَاحِرٍ وَلاَ يُفْلِحُ السَّاحِرُ حَيْثُ أَتَى sesungguhnya mereka (para penyihir Fir’aun - hanya) menampilkan tipuan tukang sulap; dan tukang sulap itu (sudah terbukti) di (tempat) mana pun tak pernah menjadi pemenang. 3 kembali pada keadaan semula, kembali seperti sedia kala, pulih (12: 93)  اِذْهَبُوا بِقَمِيصِى هَذَا فَأَلْقُوهُ عَلَىٰ وَجْهِ أَبِى يَأْتِ بَصِيرًا (kata Yusuf kepada kakak-kakaknya),”Bawalah oleh kalian gamis-(baju)-ku ini, kamudian usapkan ke wajah ayahku, (hal itu) akan memulihkan penglihatannya (harfiah: menjadikannya orang yang melihat lagi). 4 [dengan awalan على] mendatangi, menyatroni, melanda, menyerang (51: 42) مَا تَذَرُ مِنْ شَيءٍ أَتَتْ عَيْهِ إِلاَّ جَعَلَتْهُ كَالرَّمِيم (angin itu) tidak membiarkan yang dilandanya kecuali mengubahnya menjadi seperti debu (apa un yang dilandanya semua berubah menjadi debu) 5 [dengan awalan ] membawa, mengajukan,  mengungkapkan  (5: 108)  ذَلِكَ أدْنَى أَنْ يَأْتُوا بِالشَّهَادَةِ عَلَى وَجْهِهَا itu lebih memungkinkan (para saksi) untuk mengungkapkan kesaksian mereka secara apa adanya. 6 [dengan awalan ] mencari tahu, memperhitungkan; mengejar sampai, mencari; mengelurkan, menunjukkan (21: 47) وَإِنْ كَانَ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ أَتَيْنَا بِهَا walau seandainya (amalnya) hanya seberat biji sawi, Kami (Allah) akan (tetap) memperhitungkannya.  7 [dengan awalan ] membawa, mempersembahkan (17: 92) أَوْ تَأْتِيَ بِاللهِ وَالْمَلاَئِكَةِ قَبِيلاً atau kamu bawa Allah dan malaikat-malaikat ke hadapan kami  II [kk berobjek] 1 mendatangi; menyambut (26: 89) إِلاَّ مَنْ أَتَى اللهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ kecuali yang menyambut (ajaran) Allah dengan hati yang tulus 2 memberikan, datang membawa, menyumbang, memenuhi (3: 188) لاَ تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ يَفْرَحُونَ بِمَا أَتَوا jangan pernah mengira bahwa mereka yang bangga dengan menyumbangkan sesuatu … (mereka akan lolos dari  azab)  3 memasuki  (2: 189) وَأُتُوا البُيُوتَ مِنْ أَبْوَابِهَا maka masukilah rumah-rumah itu melalui pintu-pintunya  4 merusak, menghancurkan, datang untuk menghukum, menyerang (16: 26) فَأَتَى اللهُ بُنْيَانَهُمْ مِنَ القَوَاعِدِ maka Allah merusak bangunan-bangunan mereka (mulai) dari fondasi-fondasinya  5 melakukan, melaksanakan, memenuhi (27: 54) أَتًأْتُونَ الفَاحِشَةَ وَأَنْتُمْ تُبْصِرُونَ Mengapakah kalian melakukan fahisyah[1] secara menyolok mata?  6 menggauli; menyetubuhi (29: 29) أَئِنَّكُمْ لَتَأتُونَ الرِّجَالَ apakan layak kalian menggauli (sesama) lelaki?  7 mendekati, merayu, mendesak; melalui, secara *(37: 28)  كُنْتُمْ تَأْتُونَنَا عَنِ الْيَمِينِ pada waktu itu kalian  mendesak kami secara (dengan menggunakan) kekuasaan [harfiah: waktu itu kalian melakukan pendekatan dari sebelah kanan] [dengan awalan ] membawakan sesuatu, menghadapkan seseorang (27: 38)  أَيُّكُمْ يَأْتِينِى بِعَرْشِهَا (kata Sulaiman kepada para pejabatnya), “Siapakah di antara kalian (yang mampu) membawakan tahtanya kepadaku?”
أُتُوا utû [kk pasif dengan awalan ] disampaikan, dibawakan (orang atau barang), disediakan, diberi (2: 25)  كُلَّمَا رُزِقُوا مِنْهَا مِنْ ثَمَرَةٍ رِزْقاً قَالُوا هَذَا الَّذِي رُزِقْنَا مِنْ قَبْلُ وَأُتُوا بِهِ مُتَشَابِهاً Setiap mereka (para penghuni jannah) dianugerahi rejeki buah-buahan, mereka mengatakan, “Inilah (hasil) dari anugerah (ilmu) dulu, yakni yang dulu (waktu kami belajar) disampaikan dengan (bahasa) perumpamaan. (Terj. Dep-Ag: Setiap mereka diberi rezki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan : "Inilah yang pernah diberikan kepada Kami dahulu." mereka diberi buah-buahan yang serupa). (74: 52) بَلْ يُرِيدُ كُلُّ امْرِئٍ مِنْهُمْ أَنْ يُؤْتَى صُحُفاً مُنَشَّرَةً Setiap orang dari mereka (penentang da’wah rasul)  ingin diberi lembaran-lembaran (buku)  terbuka.
آتَى ãtã [secara bacaan bentuk ini mengecoh, karena sama dengan kk pola III (فاعلأَاتَى  ãtã yang secara tulisan bisa menjadi آتَى ) atau kk pola IV (أفعل - أَأْتَى  yang secara tulisan juga bisa menjadi  آتَى ) Secara kontekstual agaknya kemunculan 204 آتَى dalam Al-Qurãn cenderung mengacaku ke kk pola IV daripada kk pola III. Namun subjeknya harus tetap terbuka] I [kk berobjek] 1 menghasilkan, memproduksi (18: 33) كِلْتَا الْجَنَّتَيْنِ آتَتْ أُكُلَهَا kedua taman itu sama-sama menghasilan buah. membayar, mengelurkan zakat (6: 141)  كُلُوا مِنْ ثَمَرِهِ إِذَا أَثْمَرَ وَآتُوا حَقَّهُ يَوْمَ حَصَادِهِ makanlah oleh kalian buahnya, ketika sudah berbuah, dan berikan hak-(zakat)-nya pada hari kalian memanen.  II [kk berobjek ganda] 1 membekali (12: 31) وَآتَتْ كُلَّ وَاحِدَةٍ مِنْهُنَّ سِكِّيناً dan dia membekali mereka masing-masing sebuah pisau  2 memberikan sesuatu kepada seseorang; membekali (6: 83)  وَتِلْكَ حُجَّتُنَا آتَيْنَاهَا إِبْرَاهِيمَ عَلَى قَوْمِهِ  itulah hujah (penjelasan ilmiah) Kami (Allah) yang Kami berikan kepada Ibrahim untuk menghadapi bangsanya  3 memutuskan untuk meberikan (2: 233)  وَإِنْ أَرَدْتُمْ أَنْ تَسْتَرْضِعُوا أَوْلادَكُمْ فَلا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ إِذَا سَلَّمْتُمْ مَا آتَيْتُمْ بِالْمَعْرُوفِ  dan bila kalian meminta (wanita selain ibu mereka) menyusui anak-anak kalian, maka tak ada salahnya bila kalian memberikan sesuatu (upah) yang kalian putuskan sebagai (pemberian) yang layak.  4 bawakan, ambilkan (18: 62) قَالَ لِفَتَاهُ آتِنَا غَدَاءَنَا Ia berkata kepada teman seperjalanannya, “Ambilkan makan siang kita.”
أُوْتِيَ ûtiya [kk pasif baik kk pola III maupun pola IV] 1 diberi (84: 7) فَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِيَمِينِهِ Maka siapa pun yang diberi  kitabnya dengan tangan kanannya  *(2: 101) الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ  orang-yang diberi kitab  2 dikabulkan, dipenuhi (20: 36) قَالَ قَدْ أُوتِيتَ سُؤْلَكَ يَا مُوسَى Dia (Allah) menjawab, “Sudah dipenuhi permintaanmu, Musa.”  

آتِى ãtî [kata pelaku, bentuk wanitanya آتِيَةٌ ãtiyatun]  1 seseorang atau sesuatu yg akan atau pasti datang; sesuatu yg pasti terjadi; sesuatu yg pasti muncul  (seperti yg dijanjikan) (15: 85)  وَإِنَّ السَّاعَةَ لآتِيَةٌ  dan sesungguhnya Saat (tegaknya Al-Qurãn) itu pasti datang 2 sesuatu yg datang, muncul; sesuatu yang benar terjadi (44: 19)   إِنِّي آتِيكُمْ بِسُلْطَانٍ مُبِينٍ sesungguhnya aku (saat ini) datang membawa (bukti) wewenang yang sangat gamblang (tentang kerasulanku).
إِتَاءٌ itã’(un) [masdar; kata kerja yg tak terikat waktu; verbal noun] 1 memberi; tindakan memberi; proses pemberian (16: 90)  إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى Sesungguhnya Allah menyuruh bertindak adil layak (antara lain dengan) memberikan kepada kerabat (haknya) 2 membayar; melunasi; pembayaran; pelunasan (24: 37)  رِجَالٌ لا تُلْهِيهِمْ تِجَارَةٌ وَلا بَيْعٌ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَإِقَامِ الصَّلاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ (Mereka, para mu’min adalah) para lelaki yang bisnis dan perdagangan mereka tidak melengahkan kesadaran mereka untuk hidup dengan (ajaran) Allah, yakni (tidak melengahkan) mereka dari penegakan shalat serta pelunasan zakat. (Terj. Dep-Ag:  laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingati Allah, dan (dari) mendirikan sembahyang, dan (dari) membayarkan zakat).
مُؤْتُونَ mu’tûn(a) [jamak dari kata pelaku مُؤْتِي mu’tî mereka yang memberi; menganugerahi, membayar, melunasi (4: 162)  وَالْمُقِيمِينَ الصَّلاةَ وَالْمُؤْتُونَ الزَّكَاةَ   (Yang mendalam ilmunya adalah mereka yang …) dan para penegak shalat juga para pelunas zakat.

[1] Perbuatan jahat, keji, hina, kotor dsb.